Minggu, 14 Februari 2021

 Sosilaisasi Asesment Kompetensi Minimum (AKM)


    
    Sabtu, 30 Januari 2021 Bertempat di gedung MI Wahid Hasyim diselenggarakan workshop dengan tema Asesment Kompetensi Minimum (AKM). Workshop ini dihadiri 22 Guru dan Staff dengan bebrapa materi diantaranya Sosialisasi Instruksi Kepala Madrasah, Teknis Presensi, dan Sosilaisasi AKM.

  Kepala Madarsah Sukron Muzamil, S.H. menyampaikan evaluasi diri madrasah diperlukan guna meningkatkan kualiatas pembelajaran dan pengalaman belajar mengajar. Dengan mengevaluasi artinya madrasah berbenah dan selalu memperbaiki dalam memberikan pendidikan terbaiknya untuk siswa siswa. Evaluasi dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan guru seperti disiplin baik dalam mempersiapkan pengajaran, disiplin dalam proses dan disiplin dalam mengevaluasi. Sehingga dengan begitu mampu melihat capaian serta mengevaluasi kendala. 

Brain Gym sebelum Masuk Materi Workshop


    
Dilanjutkan oleh Rofi’ Irhas selaku waka kurkulum menyampaikan presensi kehadiran selesai mengajar selalu dikontrol dan dipantau dan disesuaikan pula dengan RPP dan silabus yang sudah dibuat. Jadi pembelajaran yang sudah direncanakan di pantau dalam proses kbmnya setiap hari. Tidak hanya Guru dalam mengajar, kehadiran siswa dan keaktifan juga dilihat sehingga disetiap bulannya aka nada apresiasi siswa setiap kelas dengan kategori most active, most academic dan most skilled sehingga memacu dan memotivasi anak untuk selalu mengikutu pembelajaran.

Penjelasan Materi Oleh Bu Himma

     Workshop dilanjutkan dengan sosialisasi AKM (Asesment Kompetensi Minimum). Himma menyampaikan program ini adalah salah satu terobosan kemendikbud dalam upaya terus meningkatkan mutu pendidikan. AKM tidak hanya dengan responden siswa, tetapi juga guru dan kepala sekolah. Sehingga didapatkan respon kognitif, social emosional dari siswa dan iklim dan lingkungan beljara dari respon guru dan kepala sekolah. Kemudian diambil kesimpulan system pendidikan dalam sekolah tersebut.  AKM memang pengganti UN tetapi untuk yang diujikan tidak mapel IPA, Matematika dan Bahasa Indonesia tetapi lebih kompetensi Karakter dan Numerik dan Literasi.

MI

ADMIN

MOSLEM GENERATION FUTURE LEADER

0 komentar: